KELUARGA BESAR gomedan.com (media group medankoma.com) MENGUCAPKAN SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1431 H    SEJAK ISU SUAP RP 150 JUTA OLEH BUPATI SERGAI, TENGKU ERRY NURADI PADA WAKIL PIMPINAN UMUM SALAH SATU MEDIA LOKAL AGAR KASUS DUGAAN KORUPSI DAK NON REBOISASI RP 8 MILIAR MENCUAT, PEMBERITAAN KASUS INI NYARIS TAK ADA LAGI. SAMA HALNYA KPK JUGA TAK LAGI DIKETAHUI MELAKUKAN PEMERIKSAAN PADA SAKSI-SAKSI SETELAH MELAKUKAN PEMERIKSAAN DI AULA POLRES DELISERDANG BEBERAPA BULAN LALU    POLDASU AMBIL ALIH KASUS DUGAAN KORUPSI WALIKOTA MEDAN TERPILIH, RAHUDMAN HARAHAP, dari KEJARI PADANGSIDIMPUAN. NAMUN TINDKLANJUTNYA JALAN DI TEMPAT    PENCURIAN ARUS LISTRIK OLEH PENGUSAHA PAPAN REKLAME DI MEDAN DARI TAHUN KE TAHUN DIDUGA TERUS TERJADI. SAYANGNYA APARAT TERKAIT JUSTRU MENIKMATI HASIL KEJAHATAN INI       SEJUMLAH TERSANGKA KASUS KORUPSI DI POLDA SUMUT TAK DITAHAN DENGAN ALASAN KOOPERATIF. DIANTARANYA TERSANGKA PROYEK MASTER PLAN KOTA MEDAN    Poldasu Kembali Buka Kasus Dugaan Korupsi Infrastruktur Pemkab Deliserdang, Sumut, Sebesar Rp 10 Miliar    Berkas Dugaan Korupsi PTPN II Dikirim ke Kejagung    Kasus dugaan korupsi subsidi minyak goreng dengan terduga para pejabat Disperindag Sumatera Utara. Penyelidikan ditangani Poldasu dan menunggu hasil audit BPK untuk ditingkatkan ke penyidikan    Korupsi dana APBD DPRD Tapanuli Selatan (Tapsel) sebesar Rp 7 miliar dengan terduga mantan Ketua DPRD Tapsel yang kini menjabat Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), Drs Bahrumsyah. Mantan Ketua DPRD Tapsel ini sudah sempat diperiksa di Kejari Sidimpuan dengan status tersangka saat Kejari dijabat Kamar Sembiring SH    Korupsi sebesar Rp 34 miliar tahun anggaran 2007 di tubuh Pemko Padangsidimpuan sesuai hasil audit BPK RI Cabang Medan dengan terduga oknum Walikota Drs Zulkarnaen Nasution MM. Kata Kasi Intel Kejari Sidimpuan, Nazar makmur SH, kasus tinggal ekspos di Kejatisu.    Kaburnya big bos perambah hutan Mandailing Natal (Madina) Adelin Lis setelah divonis bebas majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan. Padahal seharusnya Adelin Lis terlebih dahulu dikembalikan ke Rutan Tanjung Gusta dan eksekusi maupun penjagaannya ditanggungjawabi Kejaksaan serta polisi.   
KPK `Bidik` Calon Tersangka Fhanter Gate Langkat

Kamis, 5 November 2009 | 18:10:53
LANGKAT-Selama 10 jam menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangannya dihadapan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Rasuna Said Kav C 1 Kuningan Jakarta Selatan Rabu (4/11) lalu, membuat Abdullah Abdurrahim,mantan anggota DPRD Langkat periode 1999-2004 dari Partai Bulan Bintang (PBB) sedikit lega. Soalnya, dia telah mengungkapkan semua persoalan terkait kasus dugaan korupsi APBD Langkat TA 2000-2007 senilai Rp102 miliar kepada KPK. Tapi jangan senang dulu, sebab yang terkait korupsi fhanter gate APBD Langkat, kini komisi tengah `dibidik` calon tersangkanya.
``Kemarin (4/11), saya dimintai keterangan KPK selama 10 jam, mulai dari pukul 10.00 Wib hingga pukul 20.00 Wib, meski pemeriksaan berlangsung lama, tapi saya lega setelah memberikan seluruh keterangan yang diminta oleh penyidik KPK,``kata Abdullah ketika dikonfirmasi via selulernya, Kamis (5/11).
Dalam pemeriksaan tersebut, dirinya dicecar dengan puluhan bahkan ratusan pertanyaan terkait dugaan koruspi Rp102 miliar dimasa kepemimpinan Syamsul Arifin.
``Wah, nggak tahu lagi saya berapa jumlah pertanyaanya, bayangkan dari jam 10 pagi hingga jam 8 malam hanya tiga kali istirahat, mungkin ratusan pertanyaan sudah saya jawab,``akunya bersemangat.
Pemeriksaan itu sendiri, sambung Abdullah, hanya sebatas meminta klarifikasi atau pembenaran dugaan korupsi APBD Langkat sejak tahun 2000-2007 yang sudah dilimpahkan badan pemeriksa keuangan (BPK) kepada KPK beberapa waktu lalu. "Mereka cuma minta klarifikasi kita saja, karena bukti awal dari BPK sudah ada,"sambungnya dari balik telepon.
Dalam kasus ini, dirinya hanya memberikan keterangan terkait dugaan mark up pembelian 43 unit mobil panther untuk anggota dewan.
``Kapasitas saya diperiksa di KPK untuk klarifikasi dugaan mark up pembelian mobil panther untuk anggota dewan, namun ini merupakan salah satu item dari Rp102 miliar dana APBD Langkat yang kini ditangani KPK,``tambahnya.
Dengan penuh semangat, Abdullah juga mengungkapkan, rasa suka citanya atas dibukanya kembali kasus dugaan korupsi APBD Langkat ini oleh KPK, pasalnya, kasus yang kini tengah ditangani oleh KPK pernah juga dilaporkannya ke Poldasu beberapa tahun lalu, namun sampai saat ini tak diketahui hasil pemeriksaanya.
``Saya bangga bisa memberikan keterangan kepada KPK, karena kasus ini juga sempat saya laporkan ke Poldasu, namun hasilnya tak ada,``kesalnya.
Selain Abdullah, Direktur CV Anshor Bintang Sembilan, Maksin, juga ikut dimintai keterangannya oleh penyidik KPK, namun Maksin sendiri tidak menghadiri panggilan tersebut.
``Selain saya, Direktur CV Ansor Bintang Sembilan Mukhsin juga dijadwalkan diperiksa dengan saya, tapi dia tidak hadir,``ungkap Abdullah.
Selain kasus Panthergate, dugaan korupsi dana rehabilitasi Bukit Lawang juga turut menjadi bagian pemeriksaan KPK atas pembobolan uang APBD senilai Rp102 miliar tersebut.
``Ada beberapa aite, selain Phanter gate, dana re3habilitasi Bukit Lawang juga termasuk dan masih banyak lagi dana-dana lain yang termaktub dalam dugaan korupsi Rp102 miliar tersebut,``tandas Abdullah.
Sebelumnya, mantan anggota dewan yang lain, Ahmad Gazali Syam juga sudah menjalani pemeriksaan di KPK selama 9 jam. Sayangnya, Gazali Syam enggan memberikan keterangan detail terkait pemeriksaan atas dirinya ketika dihubungi wartawan belum lama ini.(Pra/Artam)


Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
Dari Tahun 50 Ada Arrtis Telanjang Depan Kamera
SEJARAH artis Indonesia tampil telanjang di depan kamera, bukan hanya hari-hari ini, bukan...
Cuti Bersyarat, Napi Mesum di Rumah Kosong
SEORANG narapidana tertangkap basah sedang mesum di luar penjara. Aksi nekat itu dilakukan...
Email : redaksigomedan@ymail.com || gomedan.com @ all right reserved (2009)||